
- Posted: 2025-07-30 11:22:53
- By: admini
- Readed: 25
Mahasiswa STAI YDI Lubuk Sikaping Laksanakan Kuliah Umum Kebudayaan Minangkabau di Nagari Pariangan
Pariangan-Sebanyak 40 mahasiswa dari Program Studi Ekonomi Syariah dan PIAUD STAI YDI Lubuk Sikaping melaksanakan kuliah umum bertema Budaya Alam Minangkabau di Nagari Pariangan, Tanah Datar, pada Minggu, 20 Juli 2025. Kegiatan ini turut diikuti oleh sejumlah dosen, pengurus yayasan, dan tenaga kependidikan kampus.
Kuliah umum dilangsungkan di Rumah Gadang Dt. Kayo, Suku Pisang, yang berlokasi di Jorong Pariangan. Lokasi ini memiliki nilai sejarah karena terletak di hadapan Kuburan Panjang Dt. Tantejo Gurhano, tokoh arsitek pertama rumah adat Minangkabau yang memperkenalkan model gonjong pada atap rumah gadang.
Dalam sesi kuliah dan diskusi, hadir sebagai narasumber Irwan Malin Basa, seorang dosen peneliti kebudayaan, sekaligus Tim Ahli Cagar Budaya. Ia menjelaskan konsep ekonomi tradisional Minangkabau yang berkaitan erat dengan struktur rumah gadang. Salah satunya adalah keberadaan rangkiang atau lumbung padi yang berada di halaman rumah gadang.
“Rangkiang merupakan simbol ketahanan pangan masyarakat Minangkabau sejak masa lalu. Ada tiga jenis rangkiang, yaitu sitinjau lauik, sibayau-bayau, dan sitangka lapa, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda,” jelas Irwan.
Narasumber kedua, S. Dt. Kayo—Ketua KAN Pariangan sekaligus Ketua LKAAM Kecamatan Pariangan—menyampaikan materi mengenai sistem kepemimpinan dalam adat Minangkabau serta dinamika terkait praktik kawin sasuku. Ia menegaskan bahwa interpretasi terhadap kawin sasuku berbeda di tiap nagari.
“Di Pariangan, kawin sasuku dilarang tegas. Namun, di nagari lain, praktik tersebut dapat dibolehkan dengan catatan tidak berasal dari satu kaum atau satu penghulu,” jelas Dt. Kayo, yang juga menjabat di LKAAM Kabupaten Tanah Datar sebagai penanggung jawab bidang Sako Pusako.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka diberi kesempatan luas untuk berdialog dan mengajukan pertanyaan, khususnya terkait isu-isu aktual dalam budaya Minangkabau. Kegiatan ini diharapkan menjadi cikal bakal munculnya berbagai kajian ilmiah dan skripsi yang mengangkat tema keminangkabauan.
Sebagai penutup, pimpinan rombongan keluarga STAI YDI Lubuk Sikaping diwakili oleh ketua Program Studi Ekonomi Syariah Rahayu Ningsih, S.H.I., M.E, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan materi yang disampaikan narasumber. “Mudah-mudahan pengetahuan yang kami dapatkan hari ini bermanfaat bagi mahasiswa dan bagi kami sendiri. Banyak wawasan baru yang kami peroleh selama kegiatan ini di Pariangan,” ujarnya.
Kegiatan kuliah umum ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami nilai-nilai budaya Minangkabau secara langsung. Melalui dialog interaktif dan paparan dari narasumber ahli, mahasiswa memperoleh wawasan baru yang relevan dengan disiplin ilmu mereka. Kehadiran di Nagari Pariangan juga memperkuat pemahaman kontekstual terhadap warisan budaya lokal. Diharapkan kegiatan semacam ini terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain memperkaya pengetahuan, juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya sendiri.